Ahli Ingatkan Mencari Kehidupan di Luar Planet Berpotensi Membawa Virus Mematikan

TrenAsia (TA) - Jakarta- Sebuah penyakit misterius dari luar angkasa, mengancam akan memusnahkan orang-orang dari muka bumi atau menciptakan monster. Sejauh ini semua itu masih menjadi kisah fiksi ilmiah. Namun apakah di masa depan hal tersebut bisa benar-benar terjadi? Pakar dalam teknologi emerging Dov Greenbaum telah mencoba menebak.

Profesor Dov Greenbaum, Direktur Zvi Meitar Institute for Legal Implications of Emerging Technologies di Israeli academic institute IDC Herzliya  mengingatkan manusia yang mencari kehidupan di luar Bumi dapat menimbulkan ancaman penularan yang lebih buruk daripada coronavirus.

Dalam wawancara untuk CTech, ia menunjukkan bahwa di era perjalanan yang cepat dan kemudahan pergerakan, virus, seperti coronavirus yang sedang merebak saat ini, dapat menyebar dengan cepat dan luas.

Pada saat yang sama, seperti yang dicatatnya, penelitian selama beberapa dekade terakhir telah menunjukkan bahwa beberapa bakteri menjadi lebih mematikan dan tangguh ketika tumbuh di luar angkasa.

NASA terus bereksperimen dan mengirimkan sampel bakteri yang direkayasa secara genetika ke International Space Station (ISS). Meskipun penyebaran virus luar-dunia dianggap sangat tidak mungkin dalam kehidupan nyata,  analis ini memperingatkan agar tidak terlalu optimis.

“Tapi ada yang tidak mungkin. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan tahun lalu, para ahli astrobiologi mengingatkan virus dapat menyebar di sekitar galaksi bahkan pada batu ruang angkasa yang tampaknya mati, memberikan bukti kehidupan, atau beberapa variasi darinya, di ruang angkasa, ” katanya sebagaimana dikutip Sputnik News Selasa (17/02).

Greenbaum menyatakan bahwa jika keberadaan kehidupan di luar bumi itu benar ada kemungkinan bahwa, seperti kasus dalam film fiksi The Andromeda Strain bisa terjadi dan  itu jauh lebih buruk daripada virus corona.

Dia, tambahan, menunjukkan bahwa kehidupan telah ditemukan di tempat-tempat, yang dulu dibayangkan tidak dapat dihuni dan tidak mungkin bagi makhluk hidup.  Ini sejalan dengan kurangnya alat untuk memindai objek untuk virus selama bekerja di luar angkasa.

NASA berencana untuk membawa batu dari Mars, misi Jepang Hayabusa2 juga sedang dalam perjalanan dari asteroid Ryugu mengambil sampel batuan. Greenbaum menyebut misi semacam itu dapat membawa penularan virus luar angkasa.

“Meski kami berharap bahwa kedua misi ini tidak akan membawa semacam penularan bersama dengan sampel mereka, ada kemungkinan bahwa di beberapa titik misi pengambilan sampel di masa depan akan terjadi,” pungkasnya.