Cukai Tembakau Tumbuh 445,32%

TrenAsia (TA) - JAKARTA – Cukai Hasil Tembakau (CHT) tumbuh sebesar 445,32 persen year on year (yoy) atau setara dengan Rp1,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pelunasan maju pita cukai rokok yang jatuh tempo pada Februari. Kenaikan ini jauh meningkat dibandingkan dengan penerimaan pada periode yang sama di 2019 yang hanya sebesar Rp500 miliar.

“CHT per 31 Januari 2020 sebesar Rp1,5 triliun, jauh lebih besar dari Januri tahun lalu yang hanya Rp0,5 triliun. Kenaikan ini positif tapi kita lihat apakah akan terjaga selama 12 bulan,” kata Sri Mulyani, Menteri Keuangan saat konferensi pers APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara KiTa (19/02).

Selain pertumbuhan CHT 445,32 persen, penerimaan Kepabeanan dan Cukai juga ditopang oleh Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang tumbuh 16,73 persen (yoy).

Realisasi Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp4,44 triliun atau 1,99 persen dari target APBN 2020. Angka ini tumbuh sebesar 13,50 persen yoy dari tahun 2019 yang sebesar Rp3,91 triliun.

Adanya pertumbuhan penerimaan di kedua sumber tersebut, menunjukkan bahwa di tengah tekanan perekonomian global, peran penerimaan kepabeanan dan cukai yang berasal dari aktivitas ekonomi di dalam negeri menjadi sangat penting.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani memaparkan realisasi Pendapatan Negara hingga akhir bulan Januari 2020 mencapai Rp103,69 triliun atau 4,60% dari target pada APBN 2020. Sementara itu, belum terdapat realisasi untuk penerimaan Hibah hingga akhir Januari 2020 ini.

Sedangkan realisasi penerimaan Perpajakan dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), masing-masing mencapai Rp84,66 triliun dan Rp19,02 triliun atau telah mencapai masing-masing sebesar 4,54% dan 5,18% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2020.