Diadang Rusa, 12 Tentara Finlandia Luka

TrenAsia (TA) - Angkatan Darat Finlandia yang sedang melakukan konvoi dengan kendaraan angkut personel lapis baja bertemu lawan yang tangguh hingga mengakibatkan 12 personelnya mengalami luka-luka dan beberapa harus dirawat di rumah sakit.

Saat mereka melakukan konvoi tiba-tiba seekor rusa nyelonong masuk ke jalan, kendaraan pertama terpaksa membelok mendadak untuk menghindari binatang itu, tetapi akibatnya bertabrakan dengan kendaraan di belakangnya. Sebanayk 12 tentara Finlandia terluka dan tidak ada laporan tentang kondisi rusa.

Peristiwa itu terjadi Selasa 10 September 2019 malam di dekat Danau Kemijärvi, Finlandia. Dua pengangkut personel lapis baja Patria Pasi  sedang melaju di di jalan sebagai bagian dari latihan militer 2019 di utara negara itu.

Kendaraan angkut personel lapis baja Pasi, Finlandia

 “Pasi paling depan menghindari rusa menyebabkan kedua APC bertabrakan. Sebanyak 28 tentara berada di konvoi, 12 diopname dan lima yang lain dipulangkan dari rumah sakit sehari kemudian,” kata Kementerian Pertahanan Finlandia sebagaimana dikutip Popular Mechanics.

Sejumlah besar rusa tersebar di seluruh Finlandia, baik dalam kawanan liar dan dirawat oleh penggembala. Menurut Washington Post, penggembala dapat mengendalikan kelompok hingga 200.000 hewan sekaligus. Seperti di Amerika Utara, rusa di Finlandia sering berisiko ditabrak mobil.

“Ribuan rusa yang berkeliaran ditabrak kendaraan dan mati di jalan Lapland,” Post menjelaskan. “Para penggembala mengecat tanduk dengan warna-warna mengkilap, menggantungkan kaca di leher rusa, dan menggunakan rambu lalu lintas yang bergerak untuk mencegah ternak mereka terbunuh.


Rusa yang digunakan untuk mengangkut tentara selama Perang Rusia-Finlandia.

Di masa lalu, Angkatan Darat Finlandia dan rusa telah menikmati hubungan yang sangat baik. Selama Perang Musim Dingin dengan Uni Soviet, Angkatan Darat menggunakan rusa kutub untuk mengangkut orang dan persediaan melintasi medan bersalju di masa perang.

Finlandia tampaknya tidak lagi menggunakan rusa untuk tujuan militer, tetapi pada 2016 muncul foto justru kini tentara Rusia menggunakan tim rusa

Tentara yang terluka milik Brigade Kainuu, salah satu unit tempur darat terbesar Angkatan Darat Finlandia. Angkatan Darat Finlandia kecil di masa damai, dengan biasanya 40.000 personel bertugas aktif pada satu waktu, tetapi dapat membengkak menjadi kekuatan besar lebih dari seperempat juta ketika dimobilisasi sepenuhnya.