Fintech Syariah ALAMI Targetkan Pendanaan Rp500 Miliar

TrenAsia (TA) - JAKARTA – Tahun ini PT Alami Fintek Syariah (ALAMI) menargetkan penyaluran pinjaman yang cukup besar, bahkan berlipat-lipat dari target tahun 2019, yaitu sebesar Rp 500 miliar. Sedangkan pada tahun 2019 target penyalurannya hanya sebesar Rp 80 miliar dengan pencapaian total mencapai Rp 82 miliar.

CEO ALAMI, Dima Djani mengatakan bahwa pihaknya menargetkan penyaluran pinjaman tahun ini dari angka sekitar Rp 500 – 800 miliar. “Untuk mencapai target ini, kami akan menjajaki untuk berkolaborasi dengan perbankan syariah dan melakukan launching mobile apps untuk memudahkan para borrower,” terangnya.

Terkait lender dan borrower, Dima mengatakan bahwa pada tahun pertama perusahaannya beroperasi, keduanya dapat dicari dan tidak sulit. “Tapi pertanyaannya adalah kita kan mau scale tahun ini apa kendalanya, begitu. Jadi begitu formasi ini sudah terbentuk cara men-scale-nya bagaimana. Itu sekarang yang sedang kami hadapi, challenge-nya itu bagaimana cara kita bisa bikin tim inhouse IT team. Terus bagaimana agar persyaratan dari OJK terpenuhi,” ujarnya.

“Fintech Syariah kan industri yang tergolong baru. Bagaimana para programmer atau teknisi IT yang sudah ada di perusahaan-perusahaan besar mau hijrah ke kita. Kita perlu meyakinkan mereka ini industrinya mau dibawa ke mana. Ini juga menjadi salah satu challenge kita juga,” papar Dima.

Sekilas Mengenai Alami

PT Alami Fintek Syariah (ALAMI) berdiri pada tahun 2017. Alami adalah platform Fintech Peer to Peer Lending (P2PL) berbasis syariah yang memfasilitasi pengguna untuk berpartisipasi melakukan pendanaan kepada UKM di Indonesia.

Sebagai penyedia P2P financing syariah, ALAMI resmi terdaftar dan diawasi OJK. Proses operasionalnya juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Fintech Syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pemberi pembiayaan. Teknologi yang dimiliki Alami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Ini menjadikan para pihak lebih efisien, akurat, dan transparan dalam proses pembiayaan syariah.