Gerakan Bale Nagi, Cara Flores Timur Promosikan Wisata

TrenAsia (TA) - JAKARTA – Potensi wisata di Kabupaten Flores Timur cukup banyak untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah itu. Salah satunya adalah Gerakan Bale Nagi (GBN). Gerakan tersebut bertujuan untuk mengajak orang-orang Flores Timur yang berada di luar Larantuka pulang kampung saat Pekan Suci Semana.

Hal itulah yang dikatakan Ketua Pelaksana GBN Simon Lamakadu melalui pers rilis pada Senin (20/1).

Simon mengatakan, GBN merupakan cara Kabupaten Flores Timur mempromosikan wisata daerah. “Gerakan Bale Nagi merupakan frasa Melayu Larantuka yang artinya ‘Pulang Kampung’. Bagi orang Flores Timur, frasa ini memiliki arti khusus untuk mengajak masyarakat Flores Timur untuk mengangkat potensi wisata alam, budaya, dan wisata religi yang ada di daerahnya. Misalnya hari Paskah yang digelar perhelatan Semana Santa,” terangnya sebagaimana dikutip dari Bisnis.com.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur Apolonia Corebima atau dipanggil Nia menjelaskan, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menghadirkan atraksi bagi wisatawan. “Misalnya festival tenun ikat, kuliner lokal, dan berbagai kegiatan lainnya. Kemudian pada akhirnya mengikuti prosesi Semana Santa atau Pekan Suci. Ini merupakan sebuah perayaan liturgi dan devosi umat Katolik di Larantuka,” jelas Nia.

“Biasanya wisatawan yang datang ke Larantuka saat Semana Santa hanya 1-2 hari. Dengan digelarnya gerakan dan Festival Bale Nagi, diharapkan waktu tinggal wisatawan bisa semakin lama mencapai 7 hari,” kata Nia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Rizky Handayani menyebutkan, setiap tahun, banyak wisatawan asing yang antusias mengikuti ritual rohani. Ritual ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah dalam sejarah umat Kristen-Katolik di Flores Timur.

“Ratusan orang peziarah dari mancanegara hadir di Larantuka karena Semana Santa ini sudah ada sejak dahulu di Larantuka. Prosesinya hampir sama dengan yang ada di Portugal, jadi ini menjadi daya tarik wisata religi bagi wisatawan,” kata Rizky.

Sekilas Tentang Bale Nagi

Bale Nagi berasal dari bahasa melayu Larantuka yang berarti kembali dan peduli akan kampung halaman. Pada umumnya orang Flores Timur kembali ke kampung halamannya pada momentum Perayaan Semana Santa (Paskah) di bulan April.

Sebagai putra-putri Flores Timur, masyarakat diaspora Flores Timur di Jabodetabek dan di belahan dunia manapun, kini saatnya terpanggil untuk sama-sama kembali kepada ‘segala yang telah kita tinggalkan’.

Dikutip dari situs Balenagi.com, momentum Semana Santa 2020 merupakan waktu yang tepat. Memanggil putra-putri Flores Timur untuk kembali mengenal rumah, keluarga, kampung dan menapaki kembali misteri perjalanan iman yang dikemas dalam sebuah gerakan bersama.