Ilmuwan Temukan Belut Yang Bisa Melepas Sengatan Listrik 860 Volt

TrenAsia (TA) - Sejumlah ilmuwan berhasil menemukan belut 2,5 meter yang dinamai Electrophorus voltai dilaporkan dapat melepaskan sengatan listrik yang mencapai 860 volt. Ini adalah yang paling kuat dari hewan apa pun yang dikenal oleh ilmu pengetahuan modern.

Menurut The New York Times, penemuan itu adalah hasil upaya tim dari Sao Paulo Research Foundation yang terdiri dari para ilmuwan dari Smithsonian Institute dan National Geographic Society bersama dengan jaringan peneliti yang luas.

Nama Voltai sendiri diambil dari Alessandro Volta, fisikawan Italia yang menemukan baterai pertama.

Tim berusaha untuk membuat pohon kehidupan bagi ikan listrik Amerika Selatan sebagai sarana untuk mempelajari sejarah evolusi wilayah tersebut. Dari 2014-2017, kelompok ini melakukan perjalanan ke wilayah Amazon – termasuk Brasil, Guyana Prancis, Guyana dan Suriname – di mana mereka mengumpulkan 107 spesimen belut listrik hidup, menguji voltase mereka, dan mengekstraksi sampel otot untuk analisis genetik selanjutnya.

“Ketertarikan pada ikan ini karena keunikan yang dimilikinya.  Mereka dapat menginspirasi teknologi baru. Mereka adalah salah satu dari sedikit ikan di dunia yang benar-benar membawa magic,” kata Carlos David de Santana, ichthyologist di National Museum of Natural History Washington DC sebagaimana dikutip oleh The New York Times.

Dr. De Santana – penulis utama studi yang diterbitkan awal pekan ini  menguraikan penemuan spesies baru belut listrik  tersebut. Dia mengaku  telah menderita beberapa serangan bertegangan tinggi selama bertahun-tahun mempelajari belut listrik, termasuk yang dekat dengan 400 volt.

“Saya ingat pertama kali saya terkejut.  Saya takut. Ini benar-benar mengejutkan, ketika Anda menemukan keanekaragaman baru dalam ikan yang sangat menarik yang pertama kali dijelaskan 250 tahun yang lalu.” Kata Santana dikutip oleh The New York Times.

Analisis tersebut merinci paling tidak tiga spesies baru dan berbeda. Salah satu perbedaan fisik yang mencolok antara ketiganya adalah bentuk tengkorak mereka. Kepala E. electricus terlihat seperti huruf “u”, sedangkan E. voltai lebih berbentuk bulat telur.

Namun, kejutan terbesar datang ketika para ilmuwan mengukur kekuatan listrik belut. Mereka mendapatkan debit 860 volt dari E. voltaic. Sebelumnya daya yang diketahui paling tinggi adalah 650 volt, lebih dari lima kali lipat dari stopkontak dinding standar Amerika.  Namun ukuran Ampere, terlalu rendah untuk menyebabkan kerusakan serius pada manusia.

Menurut para ilmuwan, belut listrik memiliki sistem saraf khusus yang menyinkronkan aktivitas sel penghasil listrik yang disebut elektrosit. Belut dilaporkan menggunakan sistem saraf canggih ini untuk mendeteksi ikan lain, mengganggu sinyal listrik ikan lain dan melumpuhkan mangsa.

“Perilaku sosial ini sangat tidak biasa. Mereka berkumpul  mengelilingi ikan yang mereka makan, melepaskan listrik dan membunuhnya,” kata Naercio Aquino Menezes dari Zoology Museum Universitas Zoologi Sao Paulo dan peneliti utama studi tersebut.

Para peneliti berharap dapat merekam serangan belut listrik terkoordinasi, yang mereka yakini belum pernah didokumentasikan sebelumnya.