Industri Tektil Indonesia Harus Manfaatkan Momentum Corona

TrenAsia (TA) - Jakarta—Nilai ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) diperkirakan bakal naik mengingat turunnya produksi China karena wabah virus corona.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia, Prama Yudha Amdan mengatakan, momentum wabah virus corona mesti dimanfaatkan untuk menggenjot kinerja industri TPT dalam negeri. Ditambah, pasokan produk TPT dari China banyak yang bersumber di Wuhan. Menurutnya, corona jelas akan memperlambat masuknya pasokan itu.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagaimana dikutip dari Antara mengatakan, dalam dua tahun terakhir, kendati di tengah tekanan kondisi ekonomi global, perkembangan industri TPT kita terus membaik, baik di pasar domestik maupun internasional.

Hal serupa juga terjadi saat China dan Amerika Serikat melangsungkan perang dagang di tahun 2019. Rosan Roeslani, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, mengatakan, industri garmen dan tekstil di Indonesia berpeluang tumbuh pesat dalam lima tahun ke depan bila secara optimal memanfaatkan situasi itu.

Diketahui pada tahun 2018, ekspor produk garmen dan tekstil Indonesia secara keseluruhan tercatat mencapai US$10 miliar. Sementara pada 2019, ekspor garmen menjadi US$13, naik  US$3 miliar.

Tetapi, lain di Tanah Air, lain di Kamboja. Media Reuters mengabarkan peristiwa kurang mengenakkan. Diberitakan, empat pabrik tekstil di negara Kamboja berhenti beroperasi lantaran kekurangan pasokan bahan baku dari Tiongkok akibat mewabahnya virus.