Laut Tak Lagi Aman bagi Ikan

TrenAsia (TA) - JAKARTA – Sekelompok lumba-lumba ditemukan mati terdampar di Pantai Padang, Sabtu (11/1) lalu. Perubahan iklim dan konsumsi sampah plastik diduga sebagai faktor penyebabnya.

Selain itu, lumba-lumba tersebut diperkirakan sudah berusia tua sehingga kesulitan bertahan di perairan.

Peristiwa di Padang bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya BPSPL Padang yang memiliki ruang lingkup kerja di tujuh provinsi di Sumatera, mencatat belasan lumba-lumba yang pernah terdampar dengan kondisi hidup maupun sudah mati. Mulai dari jenis lumba-lumba hidung botol, lumba-lumba tutup botol, lumba-lumba Tursiops, hingga seekor Spinner.

Sejumlah Faktor Penyebab

Selain lumba-lumba, ikan paus juga sering mengalami peristiwa ini. Banyak peneliti meyakini gelombang sonar adalah salah satu pemicu perilaku tertentu pada ikan yang mengakibatkan terganggunya kemampuan dalam mengelola gas di tubuh mereka.

Namun, kebisingan suara di dalam laut juga menjadi masalah yang paling besar. Sebuah laman The Conversation menyebutkan kegiatan manusia memasukkan suara dengan beragam intensitas dan frekuensi ke dalam laut merupakan permasalahan yang paling besar. Bahkan, termasuk di dalamnya bahan peledak.

Faktor lain yang berasal dari alam, seperti gempa laut juga dapat menyebabkan kerusakan fisik maupun perilaku bagi paus dan ikan lainnya di dalam laut sehingga mereka pun terdampar dan beberapa di antaranya tidak terselamatkan.

Semua ini menjadikan laut tidak lagi aman bagi ikan.