Mi 10, Smartphone 5G Pertama Xiaomi

TrenAsia (TA) - BEIJING – Jaringan berteknologi tinggi generasi ke-5 atau 5G masih belum merata di dunia. Hal tersebut tidak lantas membuat produsen smartphone asal China, Xiaomi, berpangku tangan.

Perusahaan yang dipimpin Lei Jun tersebut secara resmi meluncurkan dua smartphone pertamanya yang mendukung jaringan 5G pada Kamis (13/2).

Dikutip dari CNBC, kedua smartphone tersebut yakni Mi 10 dan Mi 10 Pro. Kedua smartphone ini akan tersedia di China terlebih dahulu sebelum memasuki pasar internasional.

Peluncuran ini dilakukan Xiaomi dengan tujuan untuk mengatasi penurunan penjualan di pasar dalam negeri China. Xiaomi melakukan peluncuran kedua smartphone di markas besarnya di Beijing. Hal itu kendati masih terdapat masalah seputar wabah virus corona (COVID-19) yang telah merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang.

Baik Mi 10 dan Mi 10 Pro hadir dengan layar AMOLED Full HD+ berukuran 6,67 inci. Kemudian refresh rate 90Hz, dan sensitifitas layar hingga 180Hz.

Kedua smartphone ini juga memiliki lubang di layar sisi kiri atas, yang merupakan tempat kamera selfie 20MP berada.

Untuk hardware, kedua smartphone ini menggunakan prosesor Snapdragon 865 milik Qualcomm serta memiliki RAM LPDDR5 berkapasitas 12GB.

Xiaomi juga telah bekerja sama dengan produsen smartphone lain yaitu Samsung. Kerja sama tersebut untuk mengembangkan pengaturan empat kamera. Fitur ini salah satunya adalah sensor 108 megapiksel yang telah disematkan di kedua smartphone ini.

Xiaomi Mi 10 mulai dijual di Tiongkok pada hari ini (14/2) dengan harga Rp 7,8 jutaan untuk versi 8GB/128GB.

Mi 10 Pro baru akan dijual pada 18 Februari mulai dari Rp 9,8 jutaan (versi 8GB/256GB). Juga Rp 10,7 juta (12GB/256GB), dan Rp 12 juta (12GB/512GB).

Xiaomi berharap ponsel barunya dapat memenuhi kebutuhan konsumen China untuk smartphone 5G dan membantu menghentikan penurunan penjualan di pasar domestik.

Menurut International Data Corporation (IDC), Xiaomi belakangan ini mengalami kelesuan di pasar smartphone China. Ini ditunjukkan dengan angka pengiriman perangkatnya yang turun lebih dari 21% year-on-year (yoy) di tahun 2019. Secara keseluruhan, penjualan smartphone China turun 7,5%. IDC menyebutkan bahwa konsumen sedang menunggu smartphone 5G yang lebih murah.

Bagi Xiaomi yang selalu dipandang kompetitif dalam hal harga, perangkat baru itu dapat membantunya mengungguli para pesaing di China karena jaringan 5G terus berkembang. Perusahaan pun berencana untuk merilis sepuluh model smartphone 5G di Cina tahun ini.

Peluncuran di Tengah Kekhawatiran Wabah COVID-19

Xiaomi meluncurkan kedua smartphone 5G di tengah-tengah wabah virus corona baru yang terus menyebar. Banyak perusahaan China yang tutup untuk waktu yang lama dan menunda rencana mereka.

Pembuat ponsel pintar China, Vivo, misalnya, telah menarik diri dari Mobile World Congress (MWC). Pada event itu seharusnya perusahaan ini meluncurkan produk baru. MWC, pameran dagang tahunan industri seluler terbesar, dijadwalkan berlangsung di Barcelona, Spanyol mulai 24-27 Februari.

Namun Xiaomi terus maju dengan peluncurannya. Perusahaan tersebut tidak mengundang media apapun untuk acaranya di Beijing. Tetapi sebaliknya, Xiaomi memilih untuk menyiarkannya sendiri. Hal tersebut dilakukan mengingat Pemerintah China telah mengumumkan agar pertemuan massa tidak dilakukan.