Pertamina Group Salurkan Bantuan Banjir Jabodetabek Rp972 Juta

TrenAsia (TA) - JAKARTA – Banjir pada wilayah Jabodetabek awal Januari kemarin memberikan kerugian yang cukup besar. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaporkan bantuan yang diberikan Pertamina Group kepada korban bencana banjir wilayah Jabodetabek pada akun Instagram resminya.

Dengan menyertakan hashtag #SobatBUMN dan #PertaminaPeduli pada laman Instagramnya, Kementerian BUMN menyatakan telah bergerak ambil peran bersama masyarakat membantu sesama masyarakat lainnya yang terdampak banjir di awal 2020.

Hingga 7 Januari, total bantuan yang disalurkan lebih dari Rp 972 juta untuk wilayah Jabotabek. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, bantuan khusus untuk para ibu dan bayi, peralatan kebersihan, obat-obatan, tenaga medis serta kebutuhan lainnya.

Jumlah tersebut disumbangkan dari perusahaan yang tergabung dalam Pertamina Group. Pertamedika menyumbangkan bantuan tenaga medis serta kebutuhan lainnya, PT Pertamina EP memberikan kontribusi dengan total bantuan Rp81 juta, PT Nusantara Regas dengan total bantuan Rp25 juta dan Pertamina MOR III lebih dari Rp183 juta.

Selain itu dari PT Pertamina Gas Rp100 juta, PT Pertamina Lubricants lebih dariRp 89 juta, PT Perusahaan Gas Negara Rp409 juta, Kantor Pusat Rp57 juta, dan Patra Jasa Rp27 juta.

“Pertamina Group juga terus meneruskan survei dan koordinasi untuk memantau kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.” Berikut yang di tulis Kementrian BUMN dalam akun @Kementrianbumn.

Kerugian besar

Banjir pada wilayah Jabodetabek kemarin mendatangkan kerugian yang cukup besar. Untuk sektor ritel wilayah Jakarta saja kerugian yang dialami bisa mencapai Rp960 miliar.

Kerugian tersebut berdasarkan eskalasi perhitungan jumlah toko ritel yang tutup akibat banjir. Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey kepada media.

Untuk wilayah Jakarta saja, jumlah toko ritel yang tergabung dalam Aprindo sebanyak 300 toko tutup. Sementara jumlah penduduk terdampak langsung tercatat sebanyak 32.000 jiwa.

“Berarti kan 32.000 orang ini kalau transaksi saja minimal Rp100.000 dan 300 toko tutup, potensi kerugiannya itu kan hampir Rp1 tiliun,” jelas Roy.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), giliran wilayah Indonesia bagian timur yang harus waspada terdampak banjir, seperti wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, serta Papua.

Hal ini dilaporkan dalam prakiraan berbasis dampak hujan lebat di Indonesia bagian timur yang berlaku 14 Januari sampai 15 Januari pukul 07.00 WIB.