Politisi Australia Tolak Keberadaan Gadis Seksi di Ring Tinju

TrenAsia (TA) - Politisi Australia menyerukan agar keberadaan gadis seksi di ajang tinju dan tarung bebas ditiadakan. Anggota Parlemen Victoria dan Wali Kota Melbourne Sally Capp wanita berpakaian bikini dan berjalan oktagon di tengah-tengau ronde pertarungan sudah ketinggalan zaman dan disebut sebagai tradisi terbelakang.

Menurut surat kabar The Daily Mail, mengutip anggota parlemen Sally Capp, dia ingin menggalang kampanye untuk mendorong wanita berpakaian minim dilarang dari turnamen Ultimate Fighting Championship (UFC) yang akan digelar 6 Oktober 2019 mendatang di kota Melbourne.

“Ini tahun 2019, apakah kita benar-benar masih membutuhkan wanita berpakaian minim untuk berkeliaran di tengah-tengah ring pertempuran di antara ronde? Gadis grid tidak lagi menjadi bagian dari Formula One, gadis berjalan bukan lagi bagian dari anak panah profesional – pasti sudah saatnya untuk hilang,” kata Capp, sebagaimana dikutip Sputnik dari The Daily Mail.

Tahun lalu, Grand Prix Formula One di Melbourne mengakhiri ‘grid girls’ – yang akan berdiri di samping setiap mobil di start grid dengan tanda yang menunjukkan nama dan kebangsaan pengemudi yang berkompetisi.

Masalah dengan ‘gadis-gadis’ UFC muncul menjelang pertandingan tinju antara dua petinju Australia Jeff Horn dan Michael Zerafa akhir pekan lalu.

Promotor pertarungan tinju ini dilaporkan menggantikan perempuan dengan laki-laki setelah mendapat kecaman dari politisi lokal dan kelompok lobi hak-hak perempuan setempat, kata The Daily Mail.