Rajungan, Primadona Ekspor Indonesia

TrenAsia (TA) - JAKARTA – Rajungan, salah satu jenis kepiting, menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. Tahun 2020 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan ekspor binatang laut ini ke pangsa pasar yang lebih luas.

Bukan Hanya peningkatan ekspor dan perluasan pangsa pasar, KKP juga akan meningkatkan produktifitas dan mutu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor rajungan 2019 mencapai USD 393 Juta. Tahun ini, KKP menargetkan ekspor rajungan sebesar USD 6.47 miliar.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penghasil rajungan. Sampai dengan 21 Januari 2020, sebanyak 161 ton rajungan senilai Rp 39,37 miliar berhasil diekspor dari Kabupaten Demak dan Rembang ke Amerika Serikat dan Hongkong.

“Pangsa pasar rajungan sangat luas. Mulai dari Amerika Serikat, China, Malaysia, Inggris, Jepang, Singapura, hingga Perancis” tulis KPP dalam gambar yang diunggah pada laman twitternya, Rabu (22/01).

Saat ini Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar untuk ekspor komoditas rajungan yang didominasi dengan produk olahan dalam kemasan kedap udara atau kaleng. Namun, tidak menutup kemungkinan permintaan akan terus bertambah dari negara lain.

Seperti China yang menggemari produk rajungan dalam kondisi hidup, segar atau dingin. Sementara Jepang banyak membeli produk rajungan yang diolah atau diawetkan tidak dalam kemasan kedap udara.

Pasalnya rajungan memang memiliki kandungan nutrisi penting serta rasanya yang nikmat. Maka tidak heran jika permintaan akan rajungan ini sangat tinggi.

Kandungan nutrisi rajungan antara lain, Vitamin B, Vitamin E, Vitamin A, mangan, fosfor, yodium hingga zinc. Rajungan juga memiliki protein yang lebih banyak dibandingkan kepiting.

Melihat potensi pasar rajungan yang sangat luas ini, Kemeterian Kelautan dan Perikanan akan terus meningkatkan produk komoditas rajungan dalam negeri.