Superyacht Seharga Rp6 Triliun Ini Terjebak dalam Kasus Perceraian Termahal di Dunia

TrenAsia (TA) - DUBAI-Pengadilan banding Dubai menolak perintah pembekuan kapal superyacht senilai US$ 436 juta atau sekitar Rp6 triliun milik miliarder Rusia sebagai bagian dari kasus perceraian termahal di dunia.

Meski demikian belum jelas apakah superyacht M.V. Luna, yang ditahan pada 2018 tersebut, akan dapat meninggalkan Dubai setelah perintah pembekuan pengadilan Inggris ditolak pada 5 Februari 2020 lalu.

Taipan minyak dan gas Farkhad Akhmedov diperintahkan untuk membayar sekitar 40% dari kekayaannya kepada mantan istrinya Tatiana Akmedova oleh Pengadilan Tinggi London pada tahun 2016. Ini adalah salah satu kasus perceraian terbesar dalam sejarah hukum.

Tetapi ia gagal membayar uang perceraian 453 juta poundsterling atau sekitar Rp8 triliun dan pengadilan London memberikan perintah untuk membekukan kapal pesiar Akhmedov yang disita di Teluk Arab.

Kapal itu masih ditambatkan di Dubai pada hari Rabu. Seorang juru bicara Tatiana Akhmedova mengatakan perintah dari Kepulauan Marshall mencegah kapal pesiar itu berlayar.

Luna, kapal pesiar ini dibangun untuk miliarder Rusia Roman Abramovich sebelum kemudian dibeli Akhmedov pada 2014. Kapal mewah ini memiliki setidaknya sembilan deck, ruang untuk 50 kru, dua helipad, kolam renang yang luas serta kapal selam mini.

Pengacara Akhmedova mengatakan pada hari Rabu mereka tidak akan mengomentari kemungkinan langkah selanjutnya sampai mereka menilai alasan keputusan pengadilan, tetapi mengatakan kapal pesiar masih tidak bisa berlayar.

“Perintah yang diberlakukan oleh otoritas Kepulauan Marshall, negara bendera kapal pesiar, mencegahnya melakukannya. Perintah itu tidak pernah bisa ditentang,” katanya.

Akhmedova memulai proses perceraian di Inggris pada 2012 meski Akhmedov mengatakan dia dan istrinya sudah bercerai di Rusia pada 2000. Hanya saja berbagai pengadilan Rusia dan Inggris tidak menemukan bukti yang mendukung pernyataan ini.

Forbes memperkirakan kekayaan bersih Akhmedov sebesar US$ 1,4 miliar. Departemen Keuangan Amerika telah memasukkan namanya dalam daftar perusahaan milik negara Rusia  dan diidentifikasi dekat dengan Presiden Vladimir Putin