Tokopedia Persingkat Duplikasi Akun untuk Penilaian Kredit

TrenAsia (TA) - JAKARTA – Platform e-Commerce Tokopedia berupaya mencegah peminjam memiliki pinjaman di lebih dari satu akun platform-nya. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah dengan mempersingkat duplikasi akun untuk penilaian kredit.

President of Credit Risk Tokopedia Nicole Oesman mengatakan pengenalan nasabah secara elektronik alias electronic Know Your Customer (e-KYC) menjadi salah satu tantangan perusahaannya. Hal itu karena peminjam memiliki lebih dari satu akun di platform-nya.

““Bagaimana kami mempersingkat duplikasi akun untuk penilaian kredit. Dengan begitu, kami mengetahui pemilik akun A dan B itu orang yang sama,” ujarnya dikutip dari Katadata, Kamis (20/2).

Ia mengaku pihaknya telah menguji coba sistem untuk mendeteksi akun-akun mencurigakan tersebut.

Sementara itu tantangan lain yang dihadapi Tokopedia, menurutnya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang membangun penilaian kredit. SDM yang ahli dalam bidang tersebut baginya cukup sulit didapat.

“Kami berharap para pemain di industri fintech bisa saling berkolaborasi melawan para penipu. Kami pun berfokus pada hal ini. Setidaknya perusahaan bisa saling berbagi daftar pengguna yang masuk daftar hitam,” terang Nicole.

Sementara Pendiri sekaligus CTO Kredivo Alie Tan menuturkan, tantangan terbesar dalam menerapkan penilaian kredit yakni ketersediaan data. Aturan tentang perlindungan data pribadi masih digodok pemerintah.

“Saya sepakat para pemain di industri fintech perlu berkolaborasi dan membuat inovasi terkait penilaian kredit. Sebab, kebanyakan orang berpikir bahwa penilaian kredit hanya untuk penjaminan (underwriting) pinjaman,” ungkap Alie.

Tokopedia sendiri memiliki layanan pinjaman bagi pembeli dan mitra penjual. Perusahaan berlogo tas belanja burung hijau tersebut telah bekerja sama dengan platform fintech seperti Kredivo, OVO Paylater, dan HomeCredit untuk menyediakan layanan tersebut.

Tokopedia juga telah menggandeng Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending Modalku dalam menyediakan layanan pinjaman modal. Layanan tersebut dinamakan Modal Toko dengan layanan usaha yang diklaim lebih mudah, cepat dan fleksibel.

Menurut AVP Fintech Tokopedia Samuel Sentana, melalui Modal Toko, penjual di Tokopedia bisa mendapatkan modal hingga Rp 300 juta. Pinjaman ini dapat ditarik kapan saja dan berapa saja sesuai kebutuhan sampai batas kredit limit tercapai dengan proses aplikasi dan persyaratan yang mudah.

“Tokopedia melihat adanya kebutuhan yang tinggi dari para penjual akan pinjaman modal usaha yang lebih mudah, instan dan fleksibel. Sejak diluncurkan April 2019 lalu, sudah ada puluhan ribu penjual yang dapat mengakses pinjaman modal melalui Modal Toko,” ujar Sentana dikutip dari Detik, Jumat (21/2).