Usung Konsep Mahattan, Ibukota Baru Tetap Pertahankan Ruang Terbuka Hijau

TrenAsia (TA) - JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Baru di Kalimantan Timur dengan mengusung konsep Little Manhattan. Konsep tersebut merujuk pada luasan wilayah pengembangan yang dianggap sama luasnya dengan Manhattan

Lebih spesifik lagi, Little Manhattan merupakan istilah untuk menyebut kawasan inti yang akan dibangun pada lahan seluas 56.189,87 hektare dari total kawasan IKN seluas 256.142,74 hektare.

Namun, jika melihat tata kota Manhattan yang dipenuhi gedung pencakar langit, 50% kawasan inti IKN nantinya akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pertimbangan tersebut didasarkan atas kebijakan Presiden Jokowi untuk mengurangi dampak pemanasan global.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Prawiradinata dalam laporan Antara (12/2/2020), mengatakan bahwa IKN akan dijadikan Green City atau kota hutan hijau melalui pembangunan yang meliputi taman rekreasi, kebun binatang, taman botani, dan kompleks olahraga yang terintegrasi dengan bentang alam, seperti kawasan berbukit dan Daerah Aliran Sungai.

Untuk mendukung pembangunan tersebut, pemerintah secara resmi telah memasukkan seluruh kawasan hutan konservasi Bukit Soeharto di Kalimantan Timur ke dalam kawasan Ibu Kota Baru. Hal itu bertujuan untuk mengembalikan fungsi Bukit Soeharto sebagai kawasan konservasi, penelitian, dan pendidikan.

Selain itu, IKN Baru juga akan memanfaatkan energi terbarukan, seperti energi air hingga matahari untuk menekan tingginya emisi karbon. Rudy juga mengatakan bahwa pihaknya akan fokus dalam mengatur tata kelola air di daerah rawan kebakaran hutan.

Dalam hal transportasi publik, sarana mobilitas yang akan digunakan adalah sepeda, public transportation, hingga electric car.

Wilayah Minim Risiko

Pemilihan Kalimantan Timur sendiri sebagai wilayah baru IKN disebabkan oleh sejumlah pertimbangan, antara lain minimnya risiko bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor.

Di samping itu, Presiden Jokowi menganggap lokasi tersebut sangat strategis karena berada di tengah-tengah Indonesia dan berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda.

Merujuk pada laman resmi Bappenas, pemerintah telah memastikan aspek lingkungan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan melakukan Rapid Assessment Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

KLHS menghasilkan rekomendasi environmental safeguard terkait pemanfaatan ruang, rekomendasi prinsip forest city sesuai arahan penerapan elemen smart city, serta peta jalan pemulihan dan perbaikan lingungan.